Showing posts with label Berita Umum. Show all posts
Showing posts with label Berita Umum. Show all posts

Wednesday, June 19, 2013

Beternak Cacing Memperoleh Tiga Keuntungan Sekaligus

Jakarta -  Ada dua inovator  membudidayakan cacing tanah  berasal Gunung Kidul.cacing bisa dikelolah untuk penyediaan pupuk kompos hingga obat penyakit tipus, menyuburkan tanah, dan memenuhi kebutuhan pakan ternak.

Inspirasi berternak cacing tanah ini bermula ketika Adhita Sri Prabakusuma dan Artina Prastiwi mengetahui kesulitan  penduduk Gunung Kidul mencari pakan ikan yang mengandung protein 50 persen hanyasanggup menggemukkan badan ikan yang menggunakan Tepung ikan yang selama ini menjadi pakan utama ikan.

Mereka menemukan bahwa cacing tanah memiliki kandungan protein lebih tinggi yaitu mencapai 76 %. Cacing tanah ini juga dikenal santapan ikan paling lezat.

"Kami beranggap cacing tanah ini sangat cocok dibudidayakan sebagai pakan ikan," ujar Adhita kepada wartawan ketika di jumpai di Gedung BPPT.

Sehingga mereka mencari cara membudidayakan cacing tanah ini dalam jumlah besar. Akhir pun mereka berhasil menemukan cara pada sampah sebagai tempat pembiakan cacing.

Percobaan dilakukan dengan meletakkan cacing di dasar tempat sampah dan menunggu hasilnya beberapa hari kemudian. Dan ternyata, cacing berkembang pesat di tempat sampah.

Banyak keuntungan yang didapat, yaitu mengembangbiakan cacing tanah dalam jumlah besar, sampah yang terdegradasi alami berubah menjadi material vermikompos yang mengandung 13,88% humus dan 1,68% nitrogen. Materialdapat melampaui batas subur yang diterapkan pada standar nasional.

"Vermikompos ini sangat lebih subur dari material pupuk kompos lainnya," imbunya dia.

Hingga, harga cacing naik di daerah tersebut. Setiap kilogramnya dihargai Rp 165 ribu. Permintaan dan harga tinggi membuat warga mengikuti berternak cacing. Padahal, awalnya warga merasa menjijikkan dan kotor untuk beternak cacing tersebut.

Adhita punya kiat-kiat kalau warga ingin meningkatkan produksi cacing. Caranya dengan memakai tempat pembiakan tertentu seperti kotoran batang pisang lapuk, ampas tahu, kerbau,  dan bubuk kayu.

Cacing tanah juga memiliki fungsi lainnya seperti, penyembuh penyakit tipus. Caranya, dengan mengeringkan cacing dan menumbuknya hingga halus. Hasil tumbukan kemudian dimasukkan ke dalam kapsul kemudian dimakan.

Adhita mengatakan bahwa penderita yang mengkonsumsi kapsul ini bisa sembuh dari demam yang menyertai penyakit tipus dalam waktu sehari.

"Jadi didapat tiga fungsi sekaligus dalam berternak cacing," imbuhnya.

Inovasi ini membuat mereka terpilih sebagai pemenang dalam lomba Greennovation Award 2011 yang diadakan oleh BPPT.

Inspirasi : Dari gambaran diatas bisa dilihat bahwa, inspirasi atau ide bisa didapatkan dimasa kita kekurangan atau kesulitan sesuatu. Yang akan mendapatkan inspirasi untuk mengimprovisasikan diri menemukan bahan pengganti dan memiliki fungsi lainnya.

Mahasiswa Universitas Gadjah Madah Olah Singkong Menjadi Tepung Mocaf.

Yogyakarta - Lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, berhasil mengolah ubi kayu menjadi tepung mocaf sebagai alternatif pengganti gandum sebagai bahan pembuatan kue atau makanan lainnya.

Lima mahasiswa tersebut adalah Anisa Dian Safitri, Sigit Dwi Cahyono, Ahmad Syukron, Cerah Bintara Nurman, dan Ervaningsih. “Tepung mocaf bisa meminimalisir ketergantungan Indonesia impor gandum,” kata Sigit, Sabtu, 3 Maret 2012.

Sigit menjelaskan pengolahan ubi kayu menjadi mocaf dinilai meningkatkan nilai ekonomis ubi kayu atau singkong. Selama ini singkong hanya diolah dengan cara direbus, digoreng, dibuat keripik, bahkan hanya dipakai bahan campuran pakan ternak.

Menurut Sigit, tepung mocaf memiliki beberapa keunggulan karena memiliki struktur serat yang pendek sehingga mudah dicerna. Selain itu, tepung mocaf aman dikonsumsi penderita autis dan alzheimer karena tidak mengandung gluten. “Tepung mocaf juga tidak banyak menyerap minyak goreng sehingga menghemat penggunaan minyak goreng,” ujarnya.

Pembuatan tepung mocaf tergolong mudah. Singkong dikupas, dicuci, lalu dipotong melintang dengan tebal sekitar 0,5 sentimeter. Singkong yang telah dipotong difermentasi menggunakan bakteri strain L, dimasukkan ke dalam plantarum kedap udara selama kurang lebih tiga hari tiga malam. Proses selanjutnya kembali dicuci, ditiriskan, dan dilakukan pengeringan dengan sinar matahari selama dua hari. Setelah kering, digiling hingga berbentuk tepung.

Sigit menjelaskan pula bahwa satu kali produksi tepung mocaf menggunakan 15 kilogram singkong. Sebab setiap satu kilogram singkong menghasilkan 200 gram tepung mocaf. “Setelah diolah menjadi tepung mocaf, nilai jual singkong meningkat. Biasanya satu kilogram singkong seharga Rp 2.500. Setelah diolah menjadi tepung mocaf, meningkat menjadi Rp 6.500 hingga Rp 8.000 per kilogram.”

Pengolahan ubi kayu menjadi tepung mocaf, kata Sigit, merupakan upaya diversifikasi pangan di Indonesia. Hasil karyanya bersama empat rekannya berhasil memperoleh penghargaan dari Masyarakat Ilmuan dan Teknologi Indonesia (MITI) dalam bentuk Hibah MITI Challenge bersama 19 tim lainnya dari sejumlah daerah di Indonesia.

Sementara itu, Anisa menjelaskan bahwa kelompoknya tak berhenti hanya mengolah ubi kayu menjadi tepung mocaf. Mereka juga berinovasi memanfaatkan mocaf menjadi bahan dasar pembuatan sereal bagi balita. Sereal tersebut diberi nama Seremoni. “Sereal mocaf bernutrisi tinggi karena tepung mocaf ditambah dengan pencampuran tepung kacang merah,” ucapnya.

Anisa menjelaskan pembuatan sereal dilakuan dengan mencampur tepung mocaf (60 persen), tepung kacang merah (20 persen), susu skim (4 persen), serta garam (2 persen).

Selanjutnya, ke dalam adonan ditambah telur (10 persen) dan margarin (4 persen). Setelah semua bahan tercampur, dilakukan pemipihan dengan tebal dua hingga tiga milimeter. Sereal kemudian dibentuk persegi dengan ukuran 1 x 1 sentimeter. Proses terakhir, pipihan sereal dimasukkan ke oven kurang-lebih selama tujuh menit.

Saat ini sereal mocaf belum dipasarkan, namun akan dikembangkan secara bisnis. Saat ini Anisa dan rekan-rekannya masih memfokuskan diri melakukan pendampingan pembuatan tepung mocaf dan sereal mocaf bagi ibu-ibu di Desa Kulur, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan pendampingan yang dilakukan sejak Januari 2012 dimaksudkan untuk mengatasi masalah gizi buruk pada balita di daerah tersebut.

Inspirasi : Berawal coba-coba atau iseng, bisa menjadi sebuah inspirasi untuk membuat sesuatu yang nilai jualnya lebih tinggi dari sebelumnya. Disini kita belajar dari berita-berita yang menginspirasi kita untuk memotivasi, agar melakukan sesuatu yang kreatif dan inovasi.

Monday, June 17, 2013

Renungkan! Pengorbanan Orang Tua Yang Terbuang Oleh Anaknya

Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya. Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini. “Bu, kita sudah sampai”, kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya.

Si ibu, dengan tatapan penuh kasih berkata: “Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang. Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan”. Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang, dan, merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.

Mungkin cerita di atas hanya dongeng. Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita di atas. Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis dll. Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. kadang hanya dimasukkan panti jompo, dan ditengok jikalau ada waktu saja. Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula. Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, di saat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa.

"Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini".

Inspirasi : Janganlah kita melupakan perjuangan orang tua kita, yang telah membesarkan dan membina kita hingga kita menjadi seorang yang sukses dan mapan. Bagaimanapun juga orang tua kita yang mungkin menyusahkan kita di masa tuanya, kita harus merawatnya sebagaimana kita masih bayi dirawat dengan penuh kesabaran dan kasih sayangnya yang besar.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Alex Greencamp | Bloggerized by Jogermon - inspirasi-by-joger.blogspot | SharePoint Demo